Petugas upacara berasal dari jajaran pengurus OSIS yang tampil penuh percaya diri menjalankan tugasnya. Sementara itu, pembina upacara dari Kepolisian Sektor Pasawahan menyampaikan amanat yang sarat dengan pesan penting bagi seluruh peserta.
Dalam amanatnya, pembina upacara menegaskan pentingnya menjaga diri dari perilaku tawuran antar pelajar. Dengan lugas, beliau mengingatkan bahwa tawuran hanya akan membawa kerugian besar, baik bagi pelaku maupun orang lain. Lebih jauh, beliau mengakronimkan kata TAWURAN menjadi sebuah peringatan bermakna:
TA berasal dari Tabiat (perangai buruk),
WUR dari Ngawur (bertindak tanpa pikir panjang), dan
AN dari Anarkis (tindakan kekerasan).
“Anak-anak yang memiliki tabiat buruk cenderung berpikir ngawur dan berujung pada tindakan anarkis,” ujar beliau tegas.
Selain itu, pembina upacara juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Banyak remaja, katanya, terjebak dalam penggunaan media sosial untuk hal-hal negatif seperti penyebaran pornografi, pornografi aksi, dan berita bohong (hoaks), yang semuanya melanggar Undang-Undang ITE. Para siswa diajak untuk menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab.
Poin ketiga yang disampaikan adalah larangan keras membawa kendaraan bermotor bagi siswa yang belum cukup umur. Selain melanggar hukum, hal ini juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Upacara berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Pesan-pesan yang disampaikan diharapkan menjadi bekal moral bagi para siswa dalam berperilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Dengan adanya kehadiran pihak kepolisian, kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas upacara biasa, melainkan momentum penting untuk mempererat sinergi sekolah dan aparat dalam mendidik generasi muda agar menjadi insan yang disiplin, bertanggung jawab, dan berkarakter.
Oleh: Jajat Jatnika, S.Pd., Gr
Pasawahan, 22 April 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Bumi, seluruh warga SMPN 2 Pasawahan kompak melaksanakan kegiatan bertema “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan.” Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak dini di kalangan siswa, guru, hingga pimpinan sekolah.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah sudah tampak berbeda. Seluruh warga sekolah, dari siswa hingga guru, bahu membahu melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Sampah-sampah yang berserakan dikumpulkan, tanaman-tanaman dirapikan, dan sudut-sudut sekolah kembali tampak asri.
Puncak kegiatan Hari Bumi ini ditandai dengan aksi penanaman pohon Jamblang oleh Kepala SMPN 2 Pasawahan, Bapak Ajid Mustopa, M.Pd yang didampingi oleh Koordinator program Tatanen di Bale Atikan (TdBA), serta para siswa yang tergabung dalam Genk Hijau — komunitas peduli lingkungan yang aktif di sekolah tersebut. Pohon-pohon Jamblang yang ditanam bukan sembarang pohon, melainkan hasil budidaya warga sekolah sendiri, yang kini telah menjadi bibit unggul siap tanam.
Lokasi penanaman dipilih secara strategis di sepanjang saluran irigasi yang berada di depan lingkungan sekolah. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperindah pemandangan, namun juga sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap pelestarian ekosistem lokal dan pencegahan erosi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa menjaga bumi dimulai dari langkah kecil yang konsisten, seperti merawat lingkungan sekitar,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh elemen sekolah dalam mewujudkan sekolah yang hijau dan berkelanjutan.
Koordinator TdBA menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat Tatanen di Bale Atikan, yaitu mendidik dengan pendekatan alami, kontekstual, dan penuh makna. “Menanam pohon bukan hanya menanam batang dan daun, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik.”
Kegiatan ini pun mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka Senang sekali bisa ikut menanam pohon dan menjaga lingkungan. Semoga pohonnya tumbuh besar dan bermanfaat untuk semua.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian tinggi, SMPN 2 Pasawahan telah menunjukkan bahwa peringatan Hari Bumi bukan hanya seremoni, melainkan aksi nyata dalam merawat planet yang kita tinggali bersama.
Mari bijak merawat bumi yang kita pijak.
Oleh: Jajat Jatnika, S.IP., S.Pd., Gr
]]>Menariknya, pengurus OSIS dan MPK yang sebagian besar adalah siswi perempuan, menjadi motor utama dalam perencanaan dan pelaksanaan acara. Mulai dari persiapan hingga eksekusi acara, mereka menunjukkan semangat, kemandirian, dan kreativitas luar biasa. Tata panggung yang memukau memanfaatkan fasilitas sekolah yang ada—terutama alat musik gamelan yang ditata apik dan dipadukan dengan hiasan bunga—memberikan nuansa estetika yang menyejukkan mata.
Acara dibuka dengan penuh semangat oleh dua orang MC, dilanjutkan dengan penampilan memukau dari tari Jaipong yang menghidupkan suasana. Kepala SMPN 2 Pasawahan, Bapak Ajid Mustopa, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pengurus OSIS dan MPK serta seluruh warga sekolah yang telah berkontribusi dalam suksesnya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa semangat RA Kartini sangat terasa dalam kegiatan ini, terutama melalui kepemimpinan siswi-siswi yang menjadi inspirasi nyata bagi teman-temannya.
Puncak acara menampilkan berbagai kegiatan kreatif yang sarat makna. Diawali dengan parade fashion show dari para guru yang tampil dengan penuh antusias, disusul lomba fashion show antarperwakilan kelas yang tidak kalah menarik. Kegiatan dilanjutkan dengan lomba musikalisasi puisi bertema Kartini dan penampilan kabaret yang menggugah.
Sebagai penutup, para siswa-siswi diarahkan untuk membuat karya reflektif di kelas masing-masing berupa puisi, cerpen, maupun pengalaman pribadi dalam memaknai perjuangan dan semangat Kartini. Kegiatan ini didampingi oleh wali kelas masing-masing, sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan ekspresi diri.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Pasawahan tidak hanya mengenang perjuangan RA Kartini, tetapi juga menghidupkan kembali semangat emansipasi perempuan melalui peran aktif siswa-siswi dalam berkarya dan berorganisasi. Sebuah perayaan yang bukan hanya meriah, tapi juga sarat makna.
Oleh: Jajat Jatnika, S.Pd., Gr
Dipimpin oleh Bapak Ajid Mustopa, M.Pd., apel pagi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-lebaran, tetapi juga penguatan komitmen untuk mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dalam amanatnya, Bapak Ajid mengajak seluruh GTK untuk bersinergi dan berkontribusi aktif dalam setiap kebijakan daerah, salah satunya adalah Program Ngosrek.
Ngosrek adalah inisiatif unggulan Purwakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tak hanya sekadar membersihkan, program ini juga menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang sehat dan asri.
Usai apel, seluruh GTK langsung turun tangan melaksanakan Ngosrek di lingkungan sekolah. Dengan semangat gotong royong, mereka membersihkan setiap sudut sekolah—mulai dari ruang kelas, halaman, hingga taman. Kegiatan ini tidak hanya memastikan lingkungan sekolah siap menyambut siswa keesokan harinya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan lingkungan yang bersih dan nyaman, proses pembelajaran akan lebih optimal,” ujar salah seorang guru yang turut serta dalam kegiatan.
Hari pertama pasca-liburan ini menjadi bukti bahwa GTK SMPN 2 Pasawahan tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga secara mental untuk memulai kegiatan pembelajaran dengan energi baru. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan terhadap program pemerintah, mereka berkomitmen menciptakan sekolah yang bersih, hijau, dan inspiratif bagi seluruh warga sekolah.
Selamat datang, siswa-siswi SMPN 2 Pasawahan! Besok, sekolah telah siap menyambutmu dengan lingkungan yang segar dan semangat baru!

SMPN 2 Pasawahan Purwakarta menerima kunjungan Bupati Saepul Bahri Binzein pada 10 Maret 2025, terkait pemanfaatan sungai irigasi untuk pembelajaran aquatik. Bupati disambut oleh Kadisdik Purwakarta, Dr. H. Purwanto, dan Kepala SMPN 2, Ajid Mustopa. Ia mengapresiasi inovasi sekolah dan berjanji memfasilitasi kegiatan olahraga aquatik dengan syarat menjaga kebersihan sungai.
Bupati dan siswa melakukan kerja bakti membersihkan sungai, berharap sungai dapat dijadikan destinasi wisata dan mendukung pembelajaran aquatik. Kadisdik meminta agar sungai dijadikan binaan sekolah untuk menjaga kebersihan. Ajid Mustopa bangga dengan perhatian pemimpin terhadap inisiatif sekolah dan berharap kunjungan ini dapat menggerakkan semua pihak untuk menjaga sungai sebagai sarana pembelajaran.
]]>
agi ini, SMPN 2 Pasawahan melaksanakan kegiatan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna dihadiri oleh Dr. Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini penting bagi siswa untuk memulai hari dengan semangat dan ketenangan spiritual. Dr. Purwanto menekankan makna mendalam Asmaul Husna sebagai pedoman hidup yang harus diaplikasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ia mengapresiasi SMPN 2 Pasawahan dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kepala Sekolah, Bapak Ajid Mustopa, juga mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut. Kegiatan ditutup dengan pembacaan Asmaul Husna yang menciptakan suasana khusyuk dan penuh berkah. Diharapkan kegiatan ini menanamkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan bagi siswa.
]]>Suasana tenang menyelimuti SMPN 2 Pasawahan pada Jumat pagi , 18 Oktober 2024. Di sudut-sudut taman sekolah, terlihat gerombolan siswa asyik membaca buku. Mereka duduk di bawah pohon rindang, menikmati hembusan angin yang menyejukkan. Inilah kegiatan pojok baca, sebuah inisiatif dari tim Literasi SMPN 2 Pasawahan untuk meningkatkan minat baca siswa.
Kegiatan ini digelar setiap jam istirahat, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengisi waktu luang mereka dengan aktivitas yang bermanfaat. Buku-buku bacaan yang disediakan oleh tim perpustakaan sekolah, di bawah koordinasi Ibu Tria Dapita, sang pustakawan, menarik perhatian siswa. Mulai dari novel, majalah, hingga buku-buku pengetahuan umum, tersedia dalam jumlah yang memadai.
“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Sebelumnya, jam istirahat hanya digunakan untuk sekedar makan , minum atau sekedar mengobrol dengan teman. Sekarang, kami bisa memanfaatkannya untuk membaca buku-buku yang menarik,” ungkap salah seorang siswa kelas VIII.
Tidak hanya di Jumat, 18 Oktober 2024, kegiatan pojok baca juga digelar pada Senin, 21 Oktober 2024. Kali ini, lokasinya berpindah ke Leuit, taman depan sekolah. Suasana yang nyaman dan teduh di bawah rimbunnya pepohonan membuat siswa betah berlama-lama membaca.
Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Mereka tidak hanya membaca dalam diam, namun juga saling bertukar pikiran dan berdiskusi tentang isi buku. Hal ini sejalan dengan tujuan dari kegiatan pojok baca, yaitu meningkatkan kemampuan literasi siswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi budaya membaca yang kuat di kalangan siswa SMPN 2 Pasawahan. Membaca tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter literat yang sangat penting bagi masa depan mereka,” ujar Bapak Ajid Mustopa, M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 2 Pasawahan.
Antusiasme yang tinggi dari para siswa menjadi bukti bahwa kegiatan pojok baca telah berhasil menarik minat mereka. Dengan suasana yang nyaman dan buku-buku bacaan yang menarik, siswa dapat mengisi waktu istirahat dengan aktivitas yang positif dan bermanfaat.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Tim Literasi SMPN 2 Pasawahan, di bawah koordinasi guru-guru rumpun bahasa, terus berupaya untuk memperkaya koleksi buku dan menciptakan suasana yang semakin kondusif bagi kegiatan membaca.
Harapan besar pun terlontar dari Kepala Sekolah, Bapak Ajid Mustopa, M.Pd. Ia berharap kegiatan pojok baca dapat menjadi jendela literasi bagi siswa, sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi mereka dan berdampak pada pembentukan karakter literat serta kemajuan pendidikan di SMPN 2 Pasawahan.
Tim Literasi SMPN 2 Pasawahan

]]>
]]>Tujuan PMO di Sekolah Penggerak:
Fungsi PMO di Sekolah Penggerak:
Kegiatan yang Biasanya Dilakukan PMO:
Manfaat PMO bagi Sekolah Penggerak:

SMPN 2 Pasawahan kembali menggelar PMO ke-2 pada 25 Oktober 2025 sebagai upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Acara yang dihadiri oleh Pengawas Pembina IIS KARTIS, M.Pd, ini menjadi ajang bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk berbagi ide, pengalaman, dan inovasi dalam pembelajaran.
Dalam PMO kali ini, peserta diajak untuk mendiskusikan berbagai topik menarik seperti penerapan kurikulum merdeka, Pembelajaran berdiferensiasi dan model model pembelajaran, serta pengembangan karakter siswa.
Kepala Sekolah SMPN 2 Pasawahan, Ajid Mustopa, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. “PMO ini merupakan wadah bagi kita semua untuk saling belajar dan berbagi. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat lahir inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kita,” ujarnya.
]]>